Sejarah Penemuan Jam Tangan Pertama Kali
Jam tangan kini sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Selain berfungsi sebagai penunjuk waktu, jam tangan juga berkembang menjadi simbol gaya, status sosial, hingga perangkat teknologi canggih. Namun, tahukah Anda bagaimana awal mula jam tangan ditemukan?
Awal Mula Perangkat Waktu
Sejarah pencatatan waktu sudah berlangsung sejak ribuan tahun lalu. Manusia kuno menggunakan jam matahari (sundial), jam air (clepsydra), hingga jam pasir sebagai alat ukur waktu. Inovasi ini terus berkembang hingga abad ke-15 ketika jam mekanik mulai dibuat di Eropa.
Namun, jam mekanik pada masa itu berukuran besar dan hanya bisa ditempatkan di menara gereja, rumah bangsawan, atau meja. Seiring waktu, jam mulai diperkecil ukurannya hingga bisa dibawa dalam bentuk jam saku.
Dari Jam Saku ke Jam Tangan
Jam tangan pertama kali muncul pada abad ke-16. Catatan sejarah menyebutkan bahwa Ratu Elizabeth I dari Inggris menerima hadiah sebuah jam kecil yang bisa dipakai di pergelangan tangan pada tahun 1571 dari bangsawan Robert Dudley, Earl of Leicester. Benda itu dianggap sebagai salah satu cikal bakal jam tangan pertama di dunia.
Pada masa itu, jam tangan lebih populer di kalangan perempuan sebagai perhiasan. Sementara pria lebih banyak menggunakan jam saku.
Jam Tangan Militer
Perkembangan besar jam tangan terjadi pada abad ke-19. Perwira militer menyadari bahwa jam tangan lebih praktis dibanding jam saku, terutama saat berperang. Pada tahun 1810, Abraham-Louis Breguet, seorang pembuat jam asal Swiss, membuat jam tangan untuk Caroline Murat, Ratu Napoli, yang dianggap sebagai salah satu jam tangan modern pertama.
Selanjutnya, pada era Perang Dunia I, jam tangan semakin populer di kalangan tentara. Jam saku dianggap tidak efisien ketika prajurit harus memantau waktu di medan perang. Dari sinilah jam tangan pria mulai diterima luas.
Produksi Massal
Memasuki abad ke-20, perusahaan-perusahaan jam mulai memproduksi jam tangan secara massal. Perusahaan Swiss seperti Patek Philippe, Rolex, dan Omega menjadi pionir dalam pengembangan jam tangan berkualitas tinggi. Rolex misalnya, memperkenalkan jam tangan tahan air pertama yang dikenal dengan nama Rolex Oyster pada tahun 1926.
Sejak saat itu, jam tangan tidak hanya berfungsi sebagai alat penunjuk waktu, tetapi juga menjadi karya seni, simbol status, bahkan kini berkembang menjadi smartwatch yang multifungsi.
Kesimpulan
Jam tangan pertama kali ditemukan pada abad ke-16 sebagai hadiah bangsawan, namun berkembang pesat di abad ke-19 karena kebutuhan militer. Dari perhiasan mewah hingga perangkat teknologi canggih, jam tangan telah melalui perjalanan panjang yang mencerminkan perkembangan peradaban manusia. (*)

Apa Komentarmu