Peresmian Nasional Jembatan Garuda, Malang Raya Ikut Terhubung Infrastruktur Baru
Malang - Komitmen TNI Angkatan Darat dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah terpencil kembali diwujudkan melalui program Jembatan Garuda yang diresmikan secara nasional oleh Presiden Republik Indonesia bersama Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., Senin (9/3/2026).
Di wilayah Kabupaten Malang, kegiatan tersebut dipusatkan di Jembatan Garuda Dusun Turus, Desa Ternyang, Kecamatan Sumberpucung, yang diikuti melalui video conference bersama jajaran TNI AD di berbagai daerah. Hadir dalam kegiatan tersebut Kasdam V/Brawijaya Brigjen TNI Zainul Bahar, Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Kohir, Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M., Dandim 0818/Malang-Batu Letkol Czi Bayu Nugroho, S.Hub.Int., M.I.P., serta Forkopimda Kabupaten Malang.
Dalam laporannya kepada Presiden, KASAD menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari target pembangunan 1.072 jembatan di seluruh Indonesia guna membuka akses wilayah terpencil serta meningkatkan konektivitas masyarakat.
Hingga saat ini, sebanyak 218 jembatan telah berhasil diselesaikan, termasuk di daerah rawan bencana maupun wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses transportasi bagi masyarakat.
Presiden Republik Indonesia dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada jajaran TNI AD yang telah berperan aktif membantu pemerintah menghadirkan pembangunan hingga ke pelosok negeri. Menurut Presiden, jembatan-jembatan tersebut menjadi penghubung penting bagi mobilitas masyarakat sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi daerah.
Sementara itu, Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Kohir menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Garuda di Kabupaten Malang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam mempercepat mobilitas antar desa yang sebelumnya harus menempuh perjalanan cukup jauh.
Dengan bentang sepanjang 143 meter, jembatan tersebut mampu memangkas waktu tempuh warga dari sebelumnya sekitar 60 menit menjadi hanya 15 menit, sehingga mempermudah akses pendidikan, aktivitas ekonomi, serta distribusi hasil pertanian masyarakat. (*)

Apa Komentarmu